screenshot-2017-02-15-07-30-23
Ssangmundong, bakal jadi tempat yang bikin sedih kalau kalian nonton drama ini

[SPOILER ALERT]

TL;DR, Gue sangat, sangat, sangat merekomendasikan drama ini bahkan untuk yang belum pernah nonton drama Korea sekalipun. Karena ceritanya yang sangat-sangat bagus dan sarat makna, kalau ada yang ingin nonton dan enggak mau tahu ceritanya duluan, cukup baca sampai sini aja. Totally recommended. You’ll know it in the first three episodes.

————————-[SPOILER STARTS BELOW]—————————

TENTANG REPLY 1988

Reply 1988 adalah sebuah drama yang bercerita tentang 5 orang teman beserta 5 keluarga yang tinggal di satu gang kecil di Ssangmun-dong, Seoul. Reply 1988 merupakan seri ketiga setelah Reply 1997 dan Reply 1994. Seperti judulnya, latar cerita di Reply 1988 berada di tahun 1988.

PENGHUNI SSANGMUNDONG

Keluarga Sung 

(Kiri atas: Sung Duk-seon, Kanan atas: Sung Dong-il (ayah), Kiri bawah: Sung Bo-ra (kakak Duk Seon, Tengah bawah: Sung No-eul (adik Duk Seon), Kanan bawah: Lee Il-hwa (ibu))

Sung Duk-seon (Lee Hyeri)

Perempuan yang paling males belajar, di sekolah rankingnya selalu di angka 999 dari 1000. Paling hiperaktif dari keluarga Sung.

Sung Dong-il (Sung Dong-il)

Kepala keluarga Sung yang kerja di bank. Selalu dimarahin istrinya karena suka mabuk kalau pulang kerja. Orangnya diam-diam perhatian sama anak-anaknya

Sung Bo-ra  (Ryu Hye-young)

“Kepala keluarga”, paling galak dan kerjaannya teriak-teriak, juga berantem mulu sama Sung Duk-seon. Kuliah di Seoul University, salah satu kampus paling bergengsi dan baik di sana.

Sung No-eul (Choi Sung-won)

Di umur 17 tahun, No-eul punya muka yang sama tuanya sama ayahnya. Paling sering dijadiin bahan bully oleh Bo-ra dan Duk-seon.

Lee Il-hwa (Lee Il-hwa)

Ibu dan istri yang cukup sabar ngadepin anak-anak dan suaminya. Paling sayang sama anak-anaknya.

Keluarga Kim

(Kiri atas: Kim Jung-hwan, Kanan atas: Kim Sung-kyun, Kiri bawah: Kim Jung-bong (kakak Jung-hwan), Kanan bawah: Ra Mi Ran)

Kim Jung-hwan (Ryu Jun-yeol)

Jung-hwan punya ciri khas yakni cuek. Seakan enggak peduli sama apapun di sekitarnya, tapi diem-diem, merhatiin sekitarnya dan perhatian.

Kim Sung-kyun (Kim Sung-kyun)

Tipe-tipe ayah yang paling demen sama dad jokes. Paling hiperaktif di keluarga Kim, kadang-kadang melankolis, kadang-kadang bijaksana.

Kim Jung-bong (Ahn Jae-hong)

Jung-bong adalah tipe orang yang polos dan gampang tertarik sama hal yang enggak bikin orang tertarik secara umum; rubik, ngumpulin perangko, jadi admin chatroom, atau bacain buku alamat. Hampir 7 tahun nyoba tes kuliah enggak masuk-masuk.

Ra Mi Ran (Ra Mi Ran)

Mi Ran ini pure emak-emak. Setiap hari kerjaannya teriak-teriak mulu, karena semua penghuni di rumahnya laki-laki dan rata-rata pemalas.

Keluarga Sung (Sun-woo)

(Kiri atas: Sung Jin Joo (adik Sun-woo), Kanan atas: Kim Sun-young (ibu), Bawah: Sung Sun-woo)

Sung Jin-joo (Kim Seol)

Jin-joo ini anak yang deket banget sama kakak dan ibunya. Kadang hiperaktif.

Kim Sun-young (Kim Sun-young)

Semenjak suaminya meninggal, Sun-young harus bekerja keras untuk hidupin anak-anaknya. Ibu yang perhatian sama anak-anaknya.

Sung Sun-woo (Go Kyung-pyo)

Tipe anak idaman orang tua; pinter, jadi ketua OSIS, dan sayang banget sama keluarganya.

Keluarga Choi

(Kiri: Choi Taek, Kanan: Choi Moo-sung (ayah))

Choi Taek (Park Bo-gum)

Pemain Go jenius, tapi untuk kegiatan sehari-hari, terlalu polos.

Choi Moo-sung (Choi Moo-sung)

Ayah Taek yang juga cuek dan hemat bicara, tapi diam-diam peduli sama sekitarnya dan kuat.

Keluarga Dong-ryong

 

(Kiri: Ryu Jae-myung (ayah), Kanan: Ryu Dong-ryong)

*Keluarga ini ada ibu dan kakak, tapi jarang terlihat

Ryu Jae-myung (Yoo Jae-myung)

Kepala sekolah dan ayah dari Dong-ryong. Orangnya strict dan galak, terutama ke Dong-ryong

Ryu Dong-ryong (Lee Dong-hwi)

Anak hiperaktif yang disebut counselor karena kebijaksanaannya dalam ngasih saran.

UNSUR FAVORIT

1. Ssangmundong Squad

answer20-01805b.jpg

 

Bagi kalian yang udah nonton atau akan nonton, ini adalah pemandangan yang bakal kalian lihat di setiap episode. Ada atau enggak adanya Choi Taek di rumah (karena dia sering pergi ke luar negeri untuk kompetisi Go/Baduk), Sun-woo, Dong-ryong, Jung-hwan, dan Duk-seon pasti akan ngumpul di tempat ini untuk nonton, makan ramen di panci besar, atau sekadar ngobrol-ngobrol dan curhat. Kelimanya juga punya hobi nginep bareng di rumah Taek, tidur di lantai pakai selimut.

Buat gue, pemandangan kaya gini bikin senang. Terutama karena hal kaya gini udah jarang ditemuin di era yang masing-masing udah pegang handphone. Boro-boro ketemu, chat pun kadang suka lama dibalas. Makanya, ngelihat adegan-adegan yang ngelibatin mereka semua, bikin rindu ngumpul sama teman-teman.

2. Parents’ squad

answer02-00321.jpg

Enggak cuma anak-anaknya aja yang rajin ngumpul, tapi orang-orang tuanya pun ikutan rajin ngumpul. Biasanya, para orang tua ngumpul di saat-saat ada perayaan besar atau biasanya, kalau Taek jadi juara atau sekedar menang kompetisi internasional. Mereka pun enggak ada canggung-canggungnya kalau ngomong satu sama lainnya, selain itu, perhatian yang mereka kasih ke satu sama lainnya pun besar. Di satu episode, ada cerita waktu Choi Moo-sung jatuh sakit dan akhirnya di rawat di rumah sakit. Para orang tua pun secara bergantian bawain makanan atau sekedar berkunjung, yang ibu-ibunya lebih care lagi. Terutama karena istri Choi Moo-sung sudah meninggal.

Di episode pertama, penonton juga disuguhin adegan ketika masing-masing keluarga tukar-tukaran makanan sehingga yang awalnya meja makanan satu keluarga cuma ada satu macam makanan, jadi punya 5 sampai 6 macam makanan. Buat gue, hal kayak gitu udah hampir susah ditemuin di sini.

3. The Ahjummas

answer11-00037

Kalau sekarang ibu-ibu bisa ngegosip ketika ada satu platform yang sama (WhatsApp atau… Tukang sayur), ketiga ibu-ibu ini bisa kapanpun ketemu dan saling mengunjungi. Cerita satu sama lain masalah keluarga masing-masing atau bahkan masalah personal. Ketika satunya ada masalah, dua ibu-ibu lain pasti langsung terjun ngebantuin.

Di satu episode, Kim Sun-young tiba-tiba ketimpa masalah karena rumahnya mau disita oleh bank. Sun-young diminta bayar 10 juta won dalam waktu dekat atau ia diusir. Ibu mertuanya (yang jahat, nanti akan tau background-nya), justru malah minta Jin-joo dan Sun-woo untuk dikirim ke rumah ibu mertuanya, dan Sun-young “tinggal di jalan”. Il-hwa dan Mi Ran enggak tinggal diam dan langsung cari bantuan. Mi Ran bahkan mau meminjamkan 2-3 juta won untuk membantu Sun-young.

3. Hubungan orang tua-anak tetangga

Meskipun enggak terlalu sering kelihatan, tapi hubungan antara orang tua dan anak-anak tetangganya juga patut diapresiasi, dua potongan adegan di atas adalah buktinya. Yang paling gue seneng adalah ketika lihat Duk-seon dan Sung-kyung salam aneh-aneh. Tapi pesan yang bisa diambil, jaman dulu orang tua dan anak tetangga itu dekat banget. Ayah gue, yang melewati masa-masa 1988 juga bilang kayak gitu. Dulu waktu ayah main ke rumah temannya dan kebetulan lagi enggak ada, ayah malah main catur sama bapak dari temannya itu. Kadang juga minta makanan.

4. The Complexes

Setiap orang punya masalah. Itu pasti, dan itulah yang ditonjolin oleh Reply 1988. Setiap karakter punya complex-nya masing-masing. Masalahnya pun beragam dan enggak hanya sebatas cinta-cintaan remaja, tapi masalah real yang sampai sekarang pun kita hadapi. Coba lihat potongan adegan ini:

Secara enggak sadar, gue sendiri belajar bahwa ini adalah masalah-masalah yang bakal gue hadapi nanti waktu jadi orang tua dan gue harus siap sama itu. Gimana nanti ngehadapin anak yang kena kasus, ngehadapin kepala sekolah karena anak berantem, nerima takdir kalau orang yang kita sayang meninggal, gimana harus berkorban supaya anak senang, dan lain-lain. It’s like we’re being taught to be a good parent.

5. The values

Berkaitan sama poin nomor 4, di setiap episode Reply 1988 pasti sarat nilai. Ditambah, setiap episodenya punya tema masing-masing. Gue inget di episode pertama, Ra Mi Ran (ibu Jung-hwan) agak sedih karena anaknya enggak cerita soal sekolah, pelajaran, atau hal-hal kecil ke ibunya. Pas Jung-hwan lagi belajar, Mi Ran diam-diam bilang ke Jung-hwan kalau dia juga kepingin Jung-hwan cerita ke ibunya. Setelahnya, Mi Ran peluk anaknya secara awkward.

Ada juga episode yang nunjukkin kalau di balik hebatnya seorang ayah, yang enggak ada takut-takutnya ngadepin apapun, punya ketakutan juga.

6. Quotes

Banyak banget quotes-quotes yang bisa kalian jadiin status media sosial atau sekedar diinget, ini beberapa favorit gue:

“Dads don’t automatically become dads the moment you’re born because it was my first time being a dad” -Sung Dong Il-

“Adults keep it bottled up, adults feel pain too. They were too busy being adults and acted strong because of the pressure that came with their age.” -Duk Seon-

“Sometimes it’s okay to be deluded – if you can make your mother happy by making her think her cooking is good” 

“Adult-like child is just one without complaints, They’ve acclimated to the world of adults and they’ve grown used to the illusions around them. Adult-like child is just… a child.”

“Even when I’m at the age to be a mother, my mother always be my guardian angel. Calling her by the name Mom is something that has the power to tug at my heartstrings. Mothers are always strong” -Sung Bo Ra-

“When one is at the age when one can console one’s mother, it’s when one has matured past being able to say ‘Thank You’ and ‘I Love You’. If one wishes to make one’s mother happy, the words ‘Mom I need you” is more than enough”

7. The plot

Karena mungkin hampir 90% drama Korea dipenuhi dengan cinta-cintaan yang, orang bilang, enggak realistis, jadi drama-drama sebagus ini pun kena imbas kalau isinya ya pasti cinta-cintaan juga.

Enggak salah, sih.

Tapi yang gue suka dari Reply 1988, adalah ceritanya yang seimbang. Bahkan, porsi cinta-cintaannya lebih sedikit dibanding friendship dan family. Inilah drama yang gue suka.

KARAKTER FAVORIT

1. Ra Mi Ran

reply-1988-ra-mi-ran

Ra Mi Ran ini punya charm baik di dalam peran maupun sebagai Ra Mi Ran asli. Gue hanya fokus di Reply 1988, ya.

Kenapa Ra Mi Ran jadi karakter favorit gue nomor 1? Karena selama berepisode-episode, gue ngeliat segala ekspresi Mi Ran dari sedih, teriak-teriak, ketawa-ketawa, sampai gokil. Gue dibuat ketawa ngakak karena kelakuannya yang aneh-aneh, dibuat sedih karena dibalik mukanya yang garang dan galak ke keluarganya, Mi Ran juga bisa pecah nangis waktu Jung-bong mau dioperasi. Di depan Jung-bong, Mi Ran bilang kurang lebih “yaelah, operasi kecil doang gak sampe sejam! Udahlah! Enggak usah dipikirin! Mending makan aja! , tapi waktu tengah malam, ngeliat anaknya, Jung-bong lagi tidur dan ketakutan karena mau operasi, dia nangis sesegukan di ruang lain karena sebenarnya dia juga takut. Di sisi lain, Ra Mi Ran juga–di antara ibu-ibu–bisa jadi orang yang bijak dan suportif.

Gue rasa, kita bisa sayang (in terms of friendship, ya) sama orang kalau kita udah lihat semua ekspresinya. Di sini, gue ngerasa Ra Mi Ran kaya ibu beneran.

2. Sung Bo-ra

cc44f4395688f3c4a3f2270275697865e3180731_hq

Hampir karena alasan yang sama dengan Ra Mi Ran, di drama ini kalian bakal dilihatin macam-macam ekspresi dari Bo-ra. Di episode 1, gue yakin kalian akan benci banget sama perempuan ini. Tapi lama kelamaan, Bo-ra nunjukkin sikap hangatnya dan diam-diam perhatian sama keluarganya.

Di episode-episode sebelum terakhir, kalian akan lihat Bo-ra yang bener-bener sayang sama keluarganya dan itu yang bikin gue senang lihat Bo-ra. Di balik teriak-teriak “Lo mau mati!?”, dia bisa nangis dan bikin orang tuanya sadar kalau mereka beruntung punya anak kaya Bo-ra.

3. Sung Sun-woo

rep

Sun-woo mungkin adalah karakter yang paling relatable buat gue. Because I was once in his shoes that I can relate to all of his thoughts. Dia sayang ibunya, sampai-sampai, enggak tega dan bisa nangis karena ngelihat ibunya kerja untuk dia. Sun-woo juga sayang banget sama adiknya, Jin-joo, yang bahkan tiap hari dia ajak main dan suapin kalau lagi makan. Dia juga paling enggak mau ngerepotin ibunya dan kalau bisa, dia yang bantu ibunya.

FINAL THOUGHTS

Keputusan gue untuk copy Reply 1988 dan nonton pelan-pelan adalah keputusan yang baik. Selama nonton drama ini, gue enggak bisa berhenti ketawa, senyum, bahkan pada satu waktu, ikut nangis. Karena memang sangat relatable dan mengenai keluarga.

Di drama ini, gue ngerasain bener lari dari dunia nyata dan seakan tinggal di Ssangmundong bareng sama mereka-mereka ini. Karena, kehangatan antarkeluarga dan antarteman udah jarang banget dirasain di jaman kayak sekarang. Dulu gue punya teman kecil yang rumahnya dekat juga, hampir mirip Ssangmundong. Kami tinggal satu kompleks dan setiap hari ngunjungin rumah masing-masing untuk nongkrong, nonton, atau main. Berkat Reply 1988, gue keinget masa-masa itu. Meskipun sekarang udah pada mencar. Dulu juga gue punya keluarga besar yang selalu ngumpul di waktu-waktu tertentu, tapi karena sekarang sibuk masing-masing, ngumpul jadi jarang.

Buat gue, drama ini enggak hanya bagus, tapi juga menyinggung dunia hari ini. Kita terlalu sibuk dengan handphone masing-masing sampai-sampai interaksi antarmuka jarang terjadi. Kita lebih sibuk dengan dunia masing-masing. Di Reply 1988, TV hanya ada satu, belum ada internet atau handphone. Itu yang bikin interaksi antarmereka kuat.

Dengan selesainya gue nonton Reply 1988, gue ngerasa kosong. Padahal, hampir setiap minggu gue ngerasa ada di tempat itu.

Sangat, sangat, sangat, sangat direkomendasikan.

Thank you, Ssangmundong.

reply-1988.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s